
Takanakuy adalah festival tahunan yang dilaksanakan pada tanggal 25
Desember di Provinsi Chumbivilcas, dekat Cusco, Peru. Nama “Takanakuy” berasal dari bahasa Quechua yang berarti “untuk saling memukul”. Festival ini memiliki akar sejarah yang mendalam dan berfungsi sebagai cara unik bagi masyarakat setempat untuk menyelesaikan konflik dan mempererat hubungan antar komunitas.
Pelaksanaan Festival Takanakuy
Persiapan dan Kostum Tradisional
Menjelang festival, warga setempat mempersiapkan diri dengan berlatih musik, tarian, dan membuat kostum tradisional. Kostum ini bervariasi, dengan beberapa karakter utama seperti:
Majeno: Pakaian khas yang mencerminkan kehidupan di sekitar Sungai Majes, termasuk celana berkuda wol dan pelindung kepala dari kulit.
Quarawatanna: Pakaian yang menampilkan jaket kulit dan pelindung kepala dari tengkorak burung atau rusa, menciptakan kesan menakutkan.
Negro: Pakaian yang meniru penampilan tuan tanah kolonial, lengkap dengan sepatu bot kulit dan jubah sutra berwarna cerah.
Qara Capa atau Langosta: Pakaian yang terinspirasi oleh belalang, dengan jas hujan berwarna cerah dan helm pelindung.
Q’ara Gallo: Peserta dengan kostum yang lebih bebas dan improvisasi, menambah warna dan kreativitas pribadi.
Jalannya Festival
Pada pagi hari tanggal 25 Desember, penduduk berkumpul di alun-alun utama Santo Tomás untuk memulai perayaan. Festival dimulai dengan prosesi musik tradisional “waylilla” yang dinyanyikan oleh wanita, diiringi oleh tarian khas. Setelah prosesi, pertarungan satu lawan satu dimulai, di mana peserta menyelesaikan perselisihan pribadi di hadapan publik. Aturan dasar melarang gigitan, pemukulan saat lawan terjatuh, dan penarikan rambut. Pemenang ditentukan berdasarkan jatuhnya lawan atau intervensi wasit.
Makna dan Signifikansi Sosial
Takanakuy bukan sekadar festival; ia berfungsi sebagai mekanisme penyelesaian konflik yang unik. Dengan memberikan platform untuk menyelesaikan perselisihan secara terbuka, festival ini membantu mengurangi ketegangan sosial dan memperkuat ikatan komunitas. Meskipun beberapa mengkritik praktik ini sebagai barbar, banyak yang melihatnya sebagai cara yang efektif untuk mencapai rekonsiliasi dan harmoni sosial.
Kontroversi dan Perspektif Modern
Meskipun memiliki tujuan positif, Takanakuy juga menghadapi kritik terkait potensi cedera dan pendekatan kekerasan terhadap penyelesaian konflik. Beberapa berpendapat bahwa pertarungan dapat memberi keuntungan sosial bagi individu yang lebih terampil dalam bertarung, terlepas dari hak mereka dalam perselisihan. Namun, bagi banyak orang, festival ini tetap menjadi bagian integral dari identitas budaya mereka, menawarkan cara unik untuk membersihkan dendam dan memulai tahun baru dengan lembaran bersih.