
Lompatan bayi “El Colacho” merupakan sebuah tradisi khas yang
dilaksanakan setiap tahun di desa Castrillo de Murcia, Spanyol. Perayaan ini telah menjadi elemen krusial dari warisan budaya setempat dan menarik minat pelancong dari seluruh dunia. Dalam acara ini, pria yang berpakaian kostum setan melompat di atas bayi-bayi yang terbaring di kasur, yang menjadi simbol keberuntungan dan perlindungan dari kejahatan. Artikel ini akan membahas tentang asal-usul, makna, serta kontroversi yang menyertai tradisi “El Colacho. “
Asal-Usul Lompatan Bayi ‘El Colacho’
Perayaan El Colacho sudah ada lebih dari 400 tahun yang lalu dan memiliki akar yang kuat dalam sejarah dan keyakinan masyarakat setempat. Tradisi ini diadakan setiap tahun pada hari Minggu setelah Hari Raya Tritunggal, biasanya di bulan Juni. El Colacho berasal dari istilah “colacho,” yang merujuk pada sebutan lokal untuk iblis atau setan. Dalam festival ini, pria yang mengenakan kostum setan atau iblis akan melompat di atas bayi-bayi yang terletak di kasur sebagai bagian dari ritual untuk mengusir roh jahat dan memberikan perlindungan.
Ritual dan Proses Perayaan
Pada saat perayaan, bayi-bayi yang baru lahir hingga usia 12 bulan akan ditaruh di kasur di tengah jalan yang telah dibersihkan dan didekorasi. Pria yang mengenakan kostum setan yang mencolok akan melompat satu per satu di atas bayi-bayi tersebut, seakan-akan mengusir setan dari diri bayi. Lompatan tersebut dianggap sebagai cara untuk memastikan bahwa bayi tersebut akan tumbuh sehat, terlindungi dari penyakit, dan terhindar dari nasib buruk.
Makna di Balik Tradisi
Tradisi El Colacho diyakini berasal dari perpaduan kepercayaan Katolik dan tradisi pagan kuno. Sebagai bagian dari ritual keagamaan, lompatan bayi ini membawa makna yang sangat mendalam. Masyarakat Castrillo de Murcia meyakini bahwa tradisi ini bertujuan tidak hanya untuk mengusir roh jahat dari bayi, tetapi juga untuk memberkahi mereka dengan kesehatan dan kebahagiaan sepanjang hidup. Lompatan ini dianggap sebagai simbol kemenangan atas kejahatan dan tanda keberuntungan.
Kontroversi dan Protes terhadap Lompatan Bayi
Meskipun tradisi El Colacho telah berlangsung selama berabad-abad, perayaan ini tidak terlepas dari kontroversi, terutama terkait dengan keselamatan bayi yang terlibat dalam ritual tersebut. Banyak yang berpendapat bahwa lompatan bayi dapat berbahaya, mengingat risiko cedera jika lompatan dilakukan tanpa kehati-hatian.
Kritik terhadap Keamanan Bayi
Para kritikus festival ini berpendapat bahwa melompat di atas bayi, meskipun dilakukan oleh pria yang terlatih, tetap dapat mengakibatkan cedera fisik, baik bagi bayi yang dilompati maupun bagi peserta lainnya. Meskipun penyelenggara mengklaim bahwa ritual ini dilaksanakan dengan hati-hati, beberapa pihak menyerukan agar festival ini dihentikan karena berisiko tinggi.
Pertahanan dan Pembelaan Tradisi
Di sisi lain, banyak pendukung tradisi ini berpendapat bahwa El Colacho merupakan bagian dari warisan budaya yang tidak dapat begitu saja dihapuskan. Mereka menyatakan bahwa ini adalah bentuk ekspresi budaya dan religius yang telah ada sejak lama, dan tidak ada catatan mengenai cedera serius yang terjadi selama perayaan berlangsung. Mereka juga menegaskan bahwa perayaan ini dilakukan dengan perhatian penuh terhadap keselamatan bayi, dan keluarga yang terlibat selalu memberikan izin secara sukarela.